Sumber Penerimaan Kas

Sumber Penerimaan Kas

Sumber-Penerimaan-Kas

Sumber penerimaan kas dapat dapat dipenuhi dari berbagai sumber yang ada. Dengan demikian untuk memilih salah satu atau lebih smber yang ada, manajemen harus menetapkan criteria tertentu, terutama yang berkaitan dengan untung ruginya menggunakan sumber penerimaan kas yang dipilih. Oleh karena itu, pihak manajemen terutama seorang manajer keuangan bertugas untuk mencari sumber kas agar kebutuhan kas segera terpenuhi.

Berikut ini beberapa sumber kas yang dapat dipenuhi di luar dari pinjaman yang disediakan kreditor yaitu:

  1. Penjualan barang secara tunai. Artinya perusahaan menjual produknya baik berupa barang maupun jasa dengan pembayaran secara tunai, sehingga menghasilkan uang kas.
  2. Pembayaran piutang oleh pelanggan. Dalam hal ini perusahaan harus berupaya untuk mengintensifkan pembayaran piutang dari pelanggan terutama piutang yang sudah jatuh tempo, jangan sampai pelanggan menunggak, sehingga menghambat penerimaan kas.
  3. Hasil penjualan aktiva tetap. Kondisi seperti ini jarang terjadi kecuali perusahaan sedang benar-benar mengalami kesulitan. Kalaupun terjadi biasanya aktiva tetap yang dijual diprioritaskan aktiva tetap yang kurang atau sudah tidak produktiv lagi.
  4. Penjualan saham dalam bentuk kas. Artinya perusahaan mengeluarkan saham yang belum dijual kemudian dilepas ke pemegang saham dengan syarat pembayarannya dilakukan secara tunai.
  5. Pengeluaran surat utang jangka pendek. Dalam hal ini perusahaan yang menerbitkan surat utang jangka pendek seperti wesel yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.
  6. Pengeluaran surat utang jangka panjang. Artinya perusahaan menerbitkan surat utang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun seperti obligasi.
  7. Penerimaan dari sewa, sumber in diperoleh perusahaan dari hasil sewa terhadap aktiva yang dimiliki kepada pihak lain dalam waktu tertentu.
  8. Penerimaan dana sumbangan. Dalam praktiknya untuk perusahaan komersial penerimaan sumbangan jarang terjadi, namun untuk usaha sosial hal seperti ini sering terjadi.
  9. Pengembalian kelebihan pajak. Artinya adanya kelebihan pembayaran pajak pada masa lalu akibat salah perhitungan dan kemudian dikembalikan ke perusahaan.
  10. Dan bentuk pengembalian lainnya.

Semua penerimaan di atas jelas akan menambah jumlah uang kas perusahaan, sehingga perlu diintensifkan pencarian kas dari sumber-sumber diatas, dan kebutuhan uang kas segera dapat terpenuhi sesuai jadwal yang telah disusun.

Penggunaan Kas

Di samping sumber penerimaan kas, pihak manajemen juga harus menginventarisasi penggunaan kas untuk keperluan yang akan datang.  Keseimbangan penerimaan dan penggunaan harus benar-benar dikelola secara baik sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Sebaiknya penggunaan kas juga harus menggunakan skala prioritas sesuai dengan rencana yang telah di susun, sekalipun harus segera terpenuhi semuanya. Berikut in hal-hal yang menyebabkan kekurangannya uang kas perusahaan, yaitu:

Pembelian barang secara tunai

  1. artinya perusahaan membeli sejumlah barang baik barang dagangan untk perusahaan dagang maupun bahan baku (bahan mentah) untuk industri dimana pembayarannya dilakukan secara tunai (cash).
  2. Pembayaran biaya seperti gaji dan upah, merupakan pengeluaran untuk kegiatan rutin operasional perusahaan terhadap karyawannya, baik secara bulanan maupun secara mingguan.
  3. Pembayaran sewa, hal ini dilakukan apabila perusahaan melakukan penyewaan baik terhadap tanah, gedung, kendaraan, mesin-mesin, atau peralatan lainnya.
  4. Pembayaran asuransi, artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah dana untuk perlindungan usahanya dalam bentuk premi asuransi.
  5. Pembayaran pajak, yaitu banyak yang hrus dibayar dan merupakan kewajiban perusahaan baik pajak pokok maupun pajak-pajak lainnya yang berkaitan dengan usaha perusahaan.
  6. Pembayaran iklan atau promosi lainnya, yaitu biaya ini dikeluarkan perusahaan dalam memproduksikan produk perusahaan agar masyarakat tertarik untuk membelinya.
  7. Pembayaran persekot artinya perusahaan membayar sejumlah uang muka baik terhadap pembelian barang atau pengerjaan suatu kegiatan perusahaan.
  8. Pembayaran angsuran pinjaman ( pokok+bunga), hal ini dilakukan apabila perusahaan memiliki pinjaman terhadap pihak lain, misalnya bank. Biasanya pembayaran angsuran pinjaman dilakukan setiap bulan.
  9. Pembelian surat berharga jangka pendek (wesel), dalam hal ini perusahaan membeli surat berharga yang usianya tidak lebih dari satu tahun seperti wesel atau sertifikat deposito.
  10. Pembelian surat berharga jangka panjang, dalam hal ini surat berharga yang dibeli usianya lebih dari satu tahun baik berbentuk obligasi maupun saham.
  11. Penarikan kembali saham yang beredar, artinya perusahaan membeli saham mereka yang sudah dijual untuk maksud-maksud tertentu.
  12. Pengambilan kas oleh pemilik, dalam hal ini pemlik perusahaan mengambil sejumlah uang untuk keperluan tertentu.

Laporan Sumber dan Penggunaan Kas

Agar manajemen lebih memahami kondisi kas perusahaan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu, maka harus dibuatkan laporan sumber dan penggunaan kas. Hal ini perlu dilakukan agar aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan kas dapat diketahui. Misalnya dai mana saja uang kas diperoleh dan digunakan untuk kegiatan apa saja uang kas tersebut. Biasanya laporan kas ini dibuat untuk satu periode tertentu.

Dalam praktiknya kegunaan laporan sumber dan penggunaan kas antara lain adalah untuk :

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya perubahan terhadap sumber-sumber kas.
  2. Untuk mengetahui ada tidaknya perubahaan penggunaan kas.
  3. Untuk mengetahui sebab-sebab perubahaan kas, baik berupa sumber maupun penggunaan kas.
  4. Untuk mengetahui apakah sumber dan penggunaan kas sudah dilakukan secara efektif dan efisien.
  5. Untuk mengetahui dan meramalkan kebutuhan di masa yang akan datang.
  6. Sebagai alat untuk perencanaan kas mendatang.
  7. Sebagai salah satu dasar pertimbangan bagi kreditor untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan pinjamannya.

Sumber: